Dalam periode 1984-1989, lebih dari 43.000 pucuk surat anak-anak Indonesia diterima oleh Presiden Soeharto. Isinya, tulisannya, gayanya sangat menarik. Adalah sayang jika surat-surat itu tidak dibaca oleh anak-anak/orang-orang yang lain, tetapi mustahil jika kesemuaya diterbitkan. Pedoman pemilihannya adalah isinya mewakili hal-hal yang unik, ada human interest, ada pendapat/saran, ada kriytik…