Bagus, Adi, Eko, dan Sigit ingin bermain lumpur di sawah. Namun, rencana berubah saat Sigit tersandung batu dan memar. Eko mengusulkan permainan oprog agar Sigit bisa bermain dan digendong teman-temannya. Keceriaan pun hadir saat mereka bermain lempar menara batu hingga Sigit, yang pandai melempar, berkali-kali menang dan digendong pulang. Buku ini merupakan alih wahana kreatif yang bersumbe…
Pohon jambu air di rumah Eko menarik perhatian teman-temannya. tetapi sarang semut merah membuat mereka kesulitan. Eko membuat sumpit dari bambu untuk merontokkan jambu. Setelah belajar dari kesalahan, mereka menggunakan karung goni agar jambu yang jatuh tidak rusak, sehingga semua bisa menikmatinya. Buku ini merupakan alih wahana kreatif yang bersumber dari naskah kuno "Jongenspellen (Perma…
Masa panen padi di Desa Uripan tiba. Mereka membantu menjaga gabah dari burung pipit. Ketika teriakan mereka tidak lagi efektif, Eko menghasilkan membuat boneka hantu dari bahan sederhana. Mereka berhasil menakuti burung-burung dan mengusir mereka pergi. Buku ini merupakan alih wahana kreatif yang bersumber dari naskah kuno "Jongenspellen (Permainan Anak Laki-Laki)". Selamat membaca!
Renovasi musala desa dimulai. Walau bahan material tertumpuk jauh, Eko dengan ide kreatifnya membuat gerobak kecil dari bahan bekas. Mereka pun bisa bekerja lebih cepat dan sambil bermain. memindahkan batu bata untuk membangun musala. Buku ini merupakan alih wahana kreatif yang bersumber dari naskah kuno "Jongenspellen (Permainan Anak Laki-Laki)". Selamat membaca!
Cuaca berangin membuat antusias membuat layang-layang. Adi dan Sigit kehabisan kertas, tetapi Eko memanfaatkan plastik kresek untuk membuat layang-layang. Meski awalnya ragu, hasilnya terbukti sukses. Buku ini merupakan alih wahana kreatif yang bersumber dari naskah kuno "Jongenspellen (Permainan Anak Laki-Laki)". Selamat membaca!