Hari pertama liburan sekolah, Titus, Umar, Nana, Afeng, dan Seno merencakan kegiatan untuk mengisi waktu di rumah. Ya, di rumah saja, karena orang tua masing-masing masih harus bekerja. Tidak ada piknik atau jalan-jalan keluar kota. Di rumah Titus, lima sahabat berpikir keras. Kegiatan apa yang seru, murah, meriah, dan cocok untuk Seno yang duduk di kursi roda? Mama Titus membuat kue pesanan…
Lima sahabat TUNAS sudah berjanji untuk main di lapangan sambil mencari jangkrik. Jangkrik itu untuk pakan burung peliharaan Ayah Umar. Daripada Ayah membeli jangkrik, lebih baik uangnya buat jajan mereka berlima, demikian Umar mengusulkan. Berburu jangkrik kan gampang. Dibantu kawan-kawannya, Umar yakin bisa membawakan satu stoples jangkrik. Namun, pada hari dan jam yang ditentukan, Ayah me…
Desa Semanak (bahasa Jawa: ramah), tempat tinggal TUNAS, mendapatkan penghargaan sebagai Desa Ramah Disabilitas. Nana diajak berlatih tari untuk acara penyambutan pejabat yang datang. Nana berusaha mengikuti gerakan pelatih tari. Gerakannya rumit, tidak seperti joget suka-suka ala TUNAS. Nana mendadak kaku seperti robot, malah membuat barisan kocar-kacir. Latihan harus diulang. Nana merasa bers…
Siang itu, Lima sahabat TUNAS berjalan pulang setelah menonton pertunjukkkan wayang untuk anak di balai desa. Hujan rintik turun, mereka bergegas di pos kamling. Karena hujan tidak juga mereda sampai beberapa lama, mereka bersepakat untuk menembus hujan. Khawatir hujan tambah deras, Titus mengambil beberapa daun pisang bekas tebangan di kebun orang untuk dijadikan payung. Benar saja, hujan mend…
Seno menjalani fisioterapi di rumah sakit. Seno berharap bisa berdiri sendiri tanpa bantuan terapis. Sayangnya, gagal. Dokter bilang panggulnya belum kuat benar. Mungkin beberapa kali terapi lagi. Seno kecewa dan sedih. Ketika pulang, ia disambut meriah oleh Nana dan anggota TUNAS. Mereka ingin merayakan ketekunan dan semangat Seno. Suasana hati Seno tetap buruk. Seperti ada beban di punggun…