Magai suka mendengarkan cerita Mama. Magai menggambarkan cerita-cerita itu pada tapa. Tapa adalah kertas tradisional dari kulit kayu. Tapa cerita selalu membuat Magai gembira. Di sekolah, Enre sering terlihat murung. Apakah Magai dapat menghibur Enre dengan tapa ceritanya?
Baruna mengajak Uci dan Salman membangun pinisi. Ketiganya ingin menjadi nakhoda. Mereka pun berselisih. Kapal belum jadi, dua sahabatnya sudah harus pulang. Bagaimana Baruna mengatasi hal itu?