Althaniel Arson adalah seorang pembalap muda yang harus mengubur mimpi-mimpinya karena suatu kecelakaan. Rachel Amanda adalah seorang gadis yang hidup di masa lalu setelah mengalami banyak kehilangan. Ketika waktu mempertemukan dan saling menyentuh kehidupan masing-masing, dunia mereka mulai berwarna, bahkan ada hubungan manis yang tercipta. Namun, itu tidak berlangsung lama saat Rachel meny…
No Choice mengisahkan tentang perjalanan hidup Arman yang menentang ibunya demi menikahi Naina, wanita yang ia cintai. Arman bahkan nekat datang ke pernikahan itu demi bisa mendapatkannya. Meski berhasil mendapatkan Naina, nyatanya hidup Arman tidak semulus yang dia bayangkan. Selalu terjadi ketegangan antara Naina dan ibunya karena sejak awal Nyonya Amalia (ibu Arman) tidak menyukai Naina. …
Lily Renaldi hanya ingin menjalani hidupnya dengan tenang dan menjadi gadis baik-baik. Itu yang ada dalam pikirannya. Namun, bekerja di Thompson Company bukanlah hal mudah. Dengan lingkungan yang selalu dipenuhi gosip dan kedengkian, menjadi gadis baik-baik kini menjadi hal yang amat sulit. Sejak ia mengetahui bahwa pemimpin perusahaannya digantikan Garry Thompson, Lily berjanji tidak ingin …
Nietzsche memang bukan cuma filosof, tetapi juga seorang penyair atau seniman bahasa yang luar biasa. Di antara para filosof, Nietzsche adalah maestro bahasa yang paling gemilang, dan itu dibuktikannya dalam semua karya filosofisnya, bukan saja dalam mahakaryanya berjudul Also sprach Zarathustra (Demikian Sabda Zarathustra) yang merupakan karya puitis sekaligus karya filosofis. Ia pun terkenal …
"Sebagai pengarang, saya meyakini menulis adalah perbuatan baik. Sebagaimana perbuatan baik lainnya, ia akan menghadapi godaan yang mencoba menggagalkannya setiap ia ingin ditunaikan. Oleh karena itu, saya akhirnya juga meyakini bahwa menulis itu berat. Sebab tak ada perbuatan baik yang mudah dilakukan. Sebesar keinginan saya untuk menulis dan menjadi penulis, sebesar itu pula upaya saya menca…
N. Riantiarno adalah seorang aktor, penulis, sekaligus sutradara. Pada 1968 bersama Teguh Karya ia mendirikan Teater Populer. Kemudian, pada 1 Maret 1977, ia mendirikan Teater Koma. Riantiarno menulis berbagai karya, antara lain delapan naskah drama dalam buku ini, yaitu Opera Primadona, Lingkaran Putih, Jujur Itu...., Pelangi, Doa Natal, Jam Dinding yang Berdetak, Cermin-II, dan RSJ.