Tempat pensil manik milik Uyul menarik perhatian Menik. Ternyata itu buatan mamak Uyul, seorang perajin manik. Menik pu belajar meronce manik bersama Uyul. Saat sedang seru-serunya, tiba-tiba Menik sedih. Uyul dan teman-teman ikut sedih mendengar kabar Menik. Mereka pun menyiapkan cendera mata untuk menghibur Menik. Apa yang terjadi?
Kian tinggal di kampung Bigung Baru, Kutai Barat, Kalimantan Timur. Kian dan teman-temannya akan menari tari gantar di depan tamu wisatawan. Semua sudah siap untuk menari. Namun, ke mana, ya, kusak Kian? Aduh, bagaimana ini? Yuk, baca kisah Kian dalam buku ini.