Bagaimana rasanya mendapat teka-teki? Pasti membuat penasaran, bukan? Sama seperti Endah yang mendapat teka-teki unik dari Kakek Tomo. Endah berusaha memecahkan teka-teki tersebut dengan dibantu Nina. Apakah mereka berhasil? Yuk, simak cerita seru mereka.
Pada hari Sabtu pagi Dian meilhat kakaknya memasang sebuah alat aneh di atap rumahnya. Alat apakah itu? Kata Kak Yoga alat itu bisa untuk menyalakan lampu, lho. Dian menjadi penasaran apakah alat itu memang benar-benar bisa untuk menyalakan lampu. Nah, kalau kalian juga penasaran alat apakah itu, yuk kita baca buku ini.
Nino punya bola baru. Bola itu menggelinding ke sana ke mari. Pyuuuh ... Nino sampai lelah. Yuk, kita baca. Apakah Nino bisa membuat bolanya diam?
Hahaha... Hahaha... Ayam kelihatan sangat senang. Burung, kambing, sapi, bebek, tikus, dan kucing jadi penasaran. Mereka bertanya-bertanya. Ada apa sih? Ada apa sih?
Mio kucing yang kecil. Dia tidak memiliki ibu. Tidak punya rumah. Mio selalu kelaparan. Suatu hari, Mio melihat keluarga anjing. Keluarga anjing punya rumah, juga makanan. Mio ingin seperti mereka. Apa yang terjadi ketika Mio tertidur dan ibu anjing menggigit leher Mio?
Seekor kucing luar datang ke rumah Mimi dan berteman dengan si Putih, kucing Mimi. Mimi ingin memeliharanya. Ibu Mimi melarang sebab kita tidak boleh mengambil sesuatu yang bukan milik kita. Lagi pula, kucing itu tampaknya belum sepintar si Putih. Bagaimana jika kucing itu justru membuat kekacauan di rumah? Akan tetapi, Mimi tetap ingin memeliharanya. Jadi, bagaimana ini?
Mili baru saja pindah ke kota. Namun, dia merasa bosan berada di dalam rumah Teno sepanjang hari. Suatu hari Mili memutuskan untuk pergi berkeliling kota. Ternyata kota jauh lebih ramai dari yang disangkanya. Apakah Mili bisa pulang lagi ke rumah Teno?
Kata Bayu, mi lethek adalah makanan kesukaannya. Alia tak percaya. Mi lethek itu warnanya tidak menarik. Tidak secantik spageti, makanan kesukaan Alia, Tapi Bayu juga bilang, mi lethek dibuat dengan bantuan sapi. Alia jadi penasaran. Memangnya sapi bisa menjadi koki?
Titi ingin sekali membantu Bapak seperti Mba Jani. Mewarnai gambar wayang pada kipas, gantungan kunci, kotak tisu, atau pembatas buku. Titi sering memperhatikan Mbak Jani menyapukan kuas pada wayang dari kulit sapi dan kerbau itu. Kata Mbak Jani, tidak boleh sembarangan mewarnai. Titik tahu, semua barang itu akan dijual. Kalau hasilnya jelek, tidak ada orang yang membeli wyang. Bapak jadi ru…
Meong... Meong... Wah, Cimut mau apa, ya? Mau makan atau mau minum? "Meong..." Mimi mencoba bertanya pada Cimut. "Meong..." Aih, Cimut balas mengeong. Jangan-jangan Mimi bisa bahasa kucing?