Meski mempunyai ketebalan 390 halaman, namun novel ‘Senja Merah’ karya Herman A Salam tidak membuat bosan pembacanya. Alur cerita novel yang diterbitkan tahun 2017 ini begitu cair dan mengalir lancar, walaupun sejatinya novel ini berlatar sejarah penjajahan Jepang di Samarinda dan Kaltim. Novelis peraih Anugerah Kebudayaan Bidang Sastra Kaltim 2022 ini pintar membungkusnya dengan petual…
Johandi harus kehilangan anak tunggalnya karena tewas ditabrak lari. Sang pembunuh ternyata bebas berkeliaran dan tidak mendapati hukuman setimpal. Johandi sudah melakukan berbagai cara agar pembunuh anaknya dipenjara tetapi para hakim, jaksa dan polisi telah bersekongkol dan menyatakan si pembunuh tidak bersalah! Berhasilkan Johandi mendapatkan keadilan hukum, ataukah keadilan itu harus mel…
Anakku, memang Bapak tak mengandungmu tapi darahnya mengalir di darahmu darinya kau diwarisi kedermawanan, kerendahan hati, dan namanya. Memang Bapak tak melahirkanmu tapi suaranyalah yang pertama mengantarkanmu pada tauhid ketika kau lahir dialah yg senandungkan adzan ke telingamu, saat engkau lahir ke bumi. Memang Bapak tak menyusuimu tapi dari keringatnyalah setiap suapan yang menjadi air su…
11 Hari di Bulan Mei adalah kisah pencarian dan usaha tanpa kenal lelah seorang manusia untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan besar seperti siapakah aku, mengapa aku di sini, apa artinya sebuah pikiran, apa itu niat atau intensi, apa itu materi, waktu, cinta, perang, seks, kematian, jiwa-jiwa, dan lain-lain. Buku dengan judul asli ‘11 Days in May’ ini mengandung banyak pelajaran …
Buku ini berisi tentang rukun iman, rukun islam, istinja, wudlu, mandi, tayamum, shalat, zakat puasa, haji, dzikir yang dibaca setelah shalat
Pulang” merupakan salah satu novel sastra karya Toha Mohtar. Novel ini menceritakan seorang anak manusia yang bernama Tamin yang pulang ke kampung halamannya setelah tujuh tahun pergi meninggalkan kampung halamannya untuk menjadi heiho. Di awal novel ini digambarkan tentang ingatan masa lalu Tamin akan masa kecilnya. Bau dan suasana saat menginjakkan kaki ke tanah tersebut mengingatkan tentan…
HR. Abdul Latief Salam memeng manusia biasa tapi bagi kami beliau adlah Bapak kami,pemimpin kami, istri, dan anak-anaknya . Bagi kami Bapak adalah teladan, terlepas dari baik dan buruknya serta kelemahan-kelemahannya
Musthafa adalah ksatria muda belia. Anak polos yang tak pernah membayangkan tentang pondok. Yang ia tahu hanyalah pondok adalah tempat menuntu ilmu. Ilmu kehidupan. Sebagai tanggung jawabnya sebagai seorang muslim yang memliki kewajiban menuntunya hingga sampai ke liang lahat . Mencari pengalaman hidup tanpa batas. tetapi penuh tanggung jawab
Tempaan kehidupan yang tak jelas di mana rimba ibu bapaknya, membuat Nanang selalu ingin menjadi penakluk ialu memenangkan. Jadi pemenang dan pantang jadi pecundang. Maka, jika hanya sebuah pemecatan Mandor Mursan kepadanya, tidaklah itu berarti kiamat sudah datang. Di lubang galian para penambang intan di Cempaka, Di situlah ia menumpukan cita-citanya untuk mendapatkan Galuh Intan Sukma Ragan…
Pikiran yang cerah , bersih dan cemerlang akan sertamerta membawa kita pada sebuah langkah hidup yang tenang, mujlus dan lurus. Pikiran-pikiran positif seperti itulah yang harus diciptakan agar kita tidak mengalami kehidupan yang timpang dan gamang