Titi ingin sekali membantu Bapak seperti Mba Jani. Mewarnai gambar wayang pada kipas, gantungan kunci, kotak tisu, atau pembatas buku. Titi sering memperhatikan Mbak Jani menyapukan kuas pada wayang dari kulit sapi dan kerbau itu. Kata Mbak Jani, tidak boleh sembarangan mewarnai. Titik tahu, semua barang itu akan dijual. Kalau hasilnya jelek, tidak ada orang yang membeli wyang. Bapak jadi ru…
Meong... Meong... Wah, Cimut mau apa, ya? Mau makan atau mau minum? "Meong..." Mimi mencoba bertanya pada Cimut. "Meong..." Aih, Cimut balas mengeong. Jangan-jangan Mimi bisa bahasa kucing?
Ada dua orang sahabat bernama Billy dan David. Mereka tinggal di Teluk Mayabilit, Raja Ampat, Papua Barat. Setiap minggu mereka ikut mencari ikan bersama Bapa mereka. Mereka senang sekali ikut mencari ikan karena cara menangkapnya ramah lingkungan. Seperti apa sih, cara mereka menangkap Ikan? Mau ikut menangkap ikan bersama Billy dan dan David? Baca yuk, buku ini hingga selesai.
Mada pergi ke Pulau Sumba bersama ayahnya. Ia mengunjungi Om Martin yang tinggal di Kampung Adat Praijing. Bersama Rio, anak Om Martin, Mada mengenal banyak hal unik. Hal yang tak pernah dijumpai dalam kesehariannya. Apa saja pengalaman baru yang ditemukan Mada? Ikuti keseruannya di dalam buku ini.
Mato si pohon matoa tiap hari bersedih. Ia merasa kespian dan ingin sekali seperti Cesi si cenderawasih yang bisa terbang sesuka hati. Hingga suatu hari, datanglah anak-anak suku Dani. Mereka membawa bulatan besar dan menempelkannya ke tubuh Mato. Mato tidak menyukai bulatan itu. Lama-lama, bulatan itu membesar dan membuat semut-semut berdatangan. mato panik dan menangis sejadi-jadinya. Tak …
Tempat pensil manik milik Uyul menarik perhatian Menik. Ternyata itu buatan mamak Uyul, seorang perajin manik. Menik pu belajar meronce manik bersama Uyul. Saat sedang seru-serunya, tiba-tiba Menik sedih. Uyul dan teman-teman ikut sedih mendengar kabar Menik. Mereka pun menyiapkan cendera mata untuk menghibur Menik. Apa yang terjadi?
Aku Dewi, siswi kelas 2 sekolah dasar. Aku senang di sekolah karena ada guru dan banyak teman. Di sekolah juga banyak kegiatan. Temanku, ada yang suka bernyanyi, menggambar, dan menari. Hem, ... apa, ya, kesukaanku? Ya, aku suka makan! Namun, ... aku suka makanan sehat, lo. Ayok kita bawa bekal makanan sehat ke sekolah.
Dono terkejut bukan main. Saat pulang sekolah, dia tidak menemukan makanan yang bisa dia santap. Padahal, perutnya sudah sakit karena lapar. Ibunya yang biasanya menyiapkan, rupanya belum pulang dari berjualan. Namun, Dono kemudian teringat dengan satu jenis umbi-umbian yang sesekali dia rebus dan bakar sendiri. Apakah itu? Yuk, segera buka buku ini dan nikmati ceritanya!
Yuni ikut Ayah bertugas ke desa. Di sana bertemu dengan teman-teman baru. Mereka mengajak Yuni bermain. Namun, semua mainan itu dibuat sendiri dan diambil dari alam. Mainan apa saja, ya?
Lolo adalah seekor singa yang baik hati, ramah, dan selalu mendengarkan keluh kesah rakyatnya. Tidak ada masalah yang tidak bisa dia selesaikan. Hanya saja, kenyamanan di desa itu sedikit terusik karena keluh kesah beberapa warganya terhadap kebiasaan satu sama lain. Ada Jeje yang kesal dengan Gaga Gajah karena Gaga merusak pagarnya. Ada Momo yang terganggu oleh nyanyian Krik-Krik Jangkir, ada …