Text
Senja-Senja yang Merindu
Perjalanan kisah sang seniman pasir masih panjang dan berliku. Setelah menggelar pameran lukisannya di Paris, Fikri yang masih penasaran pada sosok perempuan misterius yang bicaranya menggunakan ayat-ayat Al Qur’an kembali mencarinya karena ia merasa tak asing dengan sepasang matanya yang indah. sampai akhirnya bisa berhadapan lagi secara langsung dan mengungkap siapa perempuan itu sebenarnya.
Lalu Shira. Ia yang kembali ke Indonesia untuk menyelesaikan buku baru yang sedang ditulisnya membawa dirinya dekat dengan seorang duda muda anak satu asal Paris yang menjadi dosen di sebuah kampus dan seorang penulis buku juga. Dua insan satu hobi disatukan, membuat mereka sering menghabiskan waktu bersama sampai kemudian bicara soal hati. Bahkan Shira pun menjadi dekat dengan anak dari lelaki itu. Diakah lelaki pengganti Fikri?
Lalu, bagaimana dengan Irul?
Lidya yang belum juga kunjung sembuh membuat Irul semakin putus asa sampai kemudian menjalani skandal dengan Rianty. Di saat ia terlena dengan segala sikap Rianty, Irul harus kena batunya. Ternyata Rianty sudah menjadi istri orang walau menikah secara siri. Alhasil Irul pun berseteru hebat dengan suami Rianty yang membawa teman-temannya hingga melibatkan Fikri. Dua sahabat itu pun terpaksa harus masuk rumah sakit.
Dalam keadaan sakit itulah, Irul baru menyadari kewajibannya yang harus turut membantu kesembuhan istrinya. Namun ternyata Lidya sudah kabur dari pesantren dan tidak bisa ditemukan selama berhari-hari. Adakah Lidya mendapat keajaiban ataukah memang selamanya hilang?
Bagaimana pula dengan Meyda? Jadikan pergi ke Paris untuk melanjutkan sekolahnya ataukah tetap di Bandung demi mendapat cinta sang seniman pasir?
Lain dengan Fikri. Dalam episode ini ia menemukan pelabuhan terakhir untuk cintanya. Si perempuan misterius itukah ataukah kembali dengan Shira? Atau dengan perempuan istimewa yang pernah hadir dalam mimpinya?
Tidak tersedia versi lain