Text
Kebhinekaan Budaya Papua : perspektif arkeologi prasejarah
Dari sisi tinggalan arkeologi prasejarah. Papua pada masa lalu secara tidak langsung telah memegang peranan penting dalam perkembangan budaya di Indonesia khususnya di wilayah bagian timur serta pengaruhnya dalam perkembangan budaya yang tersebar di wilayah Oceania. Budaya yang berkembang yang dimulai sejak terjadinya migrasi ke Papua pada masa Holosen di daerah dataran tinggi maupun di wilayah pesisir telah menciptakan keberagaman budaya yang sekaligus menjadi sebuah potensi yang besar dalam memperkokoh jati diri budaya bangsa.
Budaya prasejarah yang terdapat di Papua terjadi di dua wilayah yang berbeda yaitu: daerah dataran tinggi dan daerah pesisir Papua. Pada daerah dataran tinggi, kebudayaan prasejarah memiliki keterkaitan erat dengan praktek bercocok tanam pada masa lalu dimana pertama kali dikembangkan oleh ras Papua-Melanosoid. Di wilayah pesisir Papua, penutur Austronesia yang berasal dari daratan Cina Selatan menduduki serta mengembangkan budaya melalui pengenalan berbagai macam budaya materi, teknologi, sistem organisasi, dan lain sebagainya.
Tinggalan budaya materi beraagam ditemukan di situs-situs Prasejarah khususnya pada masa Neolitik di kawasan pesisir utara serta situs-situs yang berada pada daerah aliran sungai besar yang mengalir hingga ke wilayah perbatasan di Kabupaten Merauke. Tinggalan arkeologi tersebut antara lain: gerabah, kapak batu, peralatan yang terbuat dari logam. Keragaman budaya materi tersebut menjadi sebuah bukti bahwa budaya berkembang pada masa Prasejarah di Papua tidak terlepas dari kontak budaya baik ynag terjalin antara sesama imigran di Papua, juga hubungan yang terjalin antara imigran di Papua dengan penduduk yang bermukin di sekitar wilayah Papua dalam hal ini wilayah Oceania seperti Polinesia dan Mikronesia.
Tidak tersedia versi lain