Text
Kidung Cinta Pohon Kurma
Bermula dari pohon kurma
terungkap segala karma.
“Cinta itu seperti apa, sayang?”
Sebuah tanya meluncur seperti air yang yang terpeleset dari reranting, jatuh di pucuk daun, singgah sejenak, beranjak menuju kolam pinggir pohon. Suara denting hening dari kecipak air kolam itu memecah kesunyian. Pertanyaan itu membuatku terdiam sejenak dari aktivitas membaca roman Romeo and Juliet. Aku lihat Tamara masih membolak-balik lembar majalah “FEMINA” dengan kaki bersila di atas ranjang. Kemudian ia menutup majalah wanita berbahasa Indonesia itu dan menghampiriku, merebah di dadaku. Ia bertanya lagi:
“Cinta itu seperti apa, sayang?”
Aku menutup buku. Aku letakkan buku dan kacamata minusku di meja sebelah dekat ranjang. Aku cium ubun-ubun kepala Tamara dan kubelai urai rambutnya yang hitam mengombak ikal panjang.
“Sayangku, cinta itu tak merupa. Ia tak mewujud sesuatu apa. Tiada yang menyerupainya sesuatu apapun. Namun kita bisa menariknya pada ranah nilai filosifi benda. Bisa saja cinta itu serupa embun. Bisa juga serupa racun.”
Tidak tersedia versi lain