Text
Wawacan Samun : Konvensi dan Inovasi dalam Pusis Naratif Sunda
Dari lima naskah yang mengandung teks WS ditemukan dua versi cerita, yaitu versi skriptorium pesantren dan skriptorium kabupaten. Naskah yang diproduksi di kedua skriptorium itu memperlihatkan penggunaan bahasa dan tema cerita yang berbeda. Naskah pesantren banyak menggunakan ungkapan, peribahasa dan interferensi kata-kata yang bersal dari bahasa Arab, sedangkan naskah dari kabupaten dominan dengan interferensi kata-kata yang berasal dari bahasa Melayu serta banyak menggunakan gaya bahasa langsung tanpa menggunakan ungkapan dan peribahasa. Dalam hal tema, naskah pesantren mengandung tema cerita: "upaya menyebarkan agama Islam" atau "proses Islamisasi", sedangkan naskah kabupaten bertema "kebaikan, kesabaran, dan kerja keras merupakan sifat dan sikap yang harus dimiliki ole seorang calon pemimpin". Dalam hal tegangan antara konvensi dan kreasi tampak bahwa para penyalin teks WS masih mengikuti konvensi penulisan metrum pupuh yang konvensional walaupun banyak ditemukan kekeliruan. Kreasi yang dilakukan para penyalin teks WS difokuskan dalam penggarapan aspek naratif. Suntingan teks dan terjemahan menggunakan versi pesantren yang diwakili naskah SD 26 koleksi Perpustakaan Nasional RI.
Tidak tersedia versi lain