Text
Refleksi 19 Tahun Perpus Bung Karno: Aku dan Perpus Bung Karno
Beragam cerita dan asa dalam perjalanan 19 tahun Perpustakaan Proklamator Bung Karno. Label perpustakaan sebagai gudangnya ilmu pengetahuan, pusat literasi, dan ditambah dengan nomenklatur Proklamator Bung Karno tidaklah mudah untuk diemban. Dibalik pendirian perpustakaan ini ada peran besar dari Bapak Pamoe Rahadjo dan Bapak Djarot Saiful Hidayat. Mereka berdua mempunyai harapan yang sangat besar terhadap Perpustakaan Proklamator Bung Karno. Bapak Pamoe Rahardjo adalah seorang pejuang bangsa sekaligus pejuang literasi. Beliau mantan ajudan Presiden Bung Karno dan mantan perwira militer Pembela Tanah Air (PETA) yang rela menghibahkan tanahnya seluas kurang lebih 4000 meter persegi untuk dijadikan Perpustakaan Proklamator Bung Karno. Walikota Blitar di masa itu, Djarot Saiful Hidayat juga mempunyai andil yang tak sedikit dalam berdirinya perpustakaan tercinta ini.
Banyak sekali goresan kisah yang dialami di perpustakaan ini setelah 19 tahun berdiri. Cerita "Sang Aku" sebagai keluarga besar di Perpustakaan Bung Karno dalam buku ini membuat pembaca digiring untuk mengenai hal ikhwal siapa aku, dalam cara pandang dimensi ruang dan waktu serta sudut pandang masing-masing atas keberadaan institusinya.
Kehadiran buku ini bertujuan agar seluruh keluarga besar Perpustakaan Proklamator Bung Karno mengingat kembali kepada gagasan, asal-usul, jatidiri, dan tujuan berdirinya Perpustakaan ini dalam kisah romansa dari "Sang Aku". Semoga buku Aku dan Perpus Bung Karno ini mampu menjadi kesadaran kolektif untuk memahami bahwa ada konsekuensi besar dan kewajiban moral atas nama besar BUNG KARNO.
Tidak tersedia versi lain