Text
Seri Panas atau Hujan, Main Tetap Jalan 4: Prajuritan Hujan-Hujanan
Siang itu, Lima sahabat TUNAS berjalan pulang setelah menonton pertunjukkkan wayang untuk anak di balai desa. Hujan rintik turun, mereka bergegas di pos kamling. Karena hujan tidak juga mereda sampai beberapa lama, mereka bersepakat untuk menembus hujan. Khawatir hujan tambah deras, Titus mengambil beberapa daun pisang bekas tebangan di kebun orang untuk dijadikan payung. Benar saja, hujan menderas ketika mereka hampir sampai di rumah Seno.
Afeng mengusulkan mereka main Prajuritan sambil hujan-hujanan. Pasukan raksasa lawan naga seperti di cerita wayang tadi. Pasti seru. Pelepah pisang itu bisa dijadikan senjata. Perlu dikerat-kerat dengan pisau. Biar Ibu saja yang melakukannya. Ibu mengiris kulit pelepah pisang dan menunjukkan cara membunyikan pelepah. Mereka membagi diri menjadi dua kubu. Mereka membunyikan pelepah, saling adu nyaring. Siapa yang menang?
Buku ini merupakan alih wahana kreatif yang bersumber dari naskah kuno "Jongenspellen (Permainan Anak Laki-Laki)". Selamat membaca!
Tidak tersedia versi lain