Text
Wawacan Danumaya Edisi Teks dan Terjemahan
Naskah ini merupakan naskah salinan yang disalin oleh Hj. Kurniasih saat ia berusia enam belas tahun. Beliau menyalin naskah Wawacan Danumaya atas permintaan suaminya yang bernama H. Eman bin Sulaeman, dikarenakan pada waktu itu sang suami sedang sakit. Khawatir penyalinan naskah tidak akan selesai, maka sang suami menyuruh istrinya untuk melanjutkan penyalinan naskah WD tersebut. Naskah WD sendiri adalah naskah yang berbentuk wawacan.
Wawacan adalah karangan naratif yang berbentuk puisi, ditulis menggunakan pola metrum pupuh. Wawacan termasuk ke dalam karya sastra sunda buhun/lama. Penanda puisi dalam karya sastra wawacan adalah adanya dangding. Dangding adalah mantra atau aturan dalam penggubahan pupuh. Sesuai dengan fungsinya, naskah WD ditembangkan pada saat menunggu kelahiran dalam pagelaran seni beluk. Kesenian Beluk adalah kesenian pembacaan wawacan diiringi alat musik tradisional terbang.
Tidak tersedia versi lain