Text
Luka Labatula dan Cerita Lainnya
Kantor Bahasa Kalimantan Timur berusaha mengapresiasi geliat kegairahan bersastra dari para penulis muda di Kalimantan Timur dalam bentuk penerbitan antologi cerita pendek. Cerita pendek-cerita pendek karta penulis muda tersebut, yang sebagian besar di antaranya bergabung dalam komunitas Jejaring Penulis Kaltim (JPK), merupakan karya sastra yang patut dipertimbangkan dan diapresiasi. Penerbitan buku ini diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat, sebagian bagian dari peningkatan kualitas peradaban yang mengaca dan mengacu pada amanat baik karya-karya sastra. (Kepala Kantor Bahasa Kaliamntan timur)
Ada geliat di dalam kehidupan proses kreatif bersastra di Kalimantan Timur. Ada warna dalam hasil karya. Minimal dua hal inilah yang terbaca dari hadirnya Luka Labatula dan Cerita Lainnya ini. Buku kumpulan cerpen ini menempatkan kehadirannya secara bersahaja. Berisi cerpen-cerpen dari beberapa penulis di Kalimantan Timur lintasusia yang masih aktif berkarya, ia memang tanpa pretensi yang narsistik: kami istimewa, kami hebat, dll.
Jaring Penulis Kaltim (JPK), sebuah komunitas nonprofit yang mencoba menjaring silaturahim di antara para penulis di Kaltim, memang mengajarkan etos kesahajaan kepada para anggotanya. Menjadi sastrawan tidak perlu arogan tidak perlu ambisius. Berkaryalah karena kita "dituntut" untuk berkarya dan berkata dengan kesadaran bahwa semua karya dan kata yang kita hasilkan harus kita pertanggungjawabkan sedari semula di hadapan manusia sehingga lusa di pengadilan-Nya. (Amien Wangsitalaja).
Tidak tersedia versi lain