Perpustakaan Gatra Pelangi Nusa

SMKN 3 Samarinda

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Perempuan dan Politik
Penanda Bagikan

Text

Perempuan dan Politik

Siti Musdah Mulia - Nama Orang; Anik Farida - Nama Orang;

Dunia politik sesungguhnya identik dengan dunia kepemimpinan. Saat berada dalam posisi sebagai pemimpin, perempuan mengalami lebih banyak hambatan ketimbang laki-laki. Mengapa? Karena perempuan harus selalu membuktikan bahwa dirinya memang pantas dan bisa diandalkan. Mari simak penuturan wali kota perempuan pertama di San Francisco: "Aku kerap dikritik atas beberapa komentar yang agak menyinggung perasaan dan selanjutnya meledak menjadi pergunjingan publik, tidak seperti laki-Iaki dalam posisi yang sama, yang pernyataannya sering kali berlalu tanpa tantangan. Pengalaman mengajarku bahwa kunci keberhasilan perempuan, dalam jabatan pemerintahan adalah menjadi orang yang bisa diandalkan.

Artinya, memberi perintah yang jelas dan mau menindaklanjuti, memeriksa kembali setiap pernyataan demi keakuratan, menjaga integritas pribadi, dan benar-benar menjaga kepercayaan masyarakat. Selain itu, juga tetap dituntut untuk bisa bekerja sama dalam satu kelompok dan membina hubungan dengan kolega yang didasarkan pada integritas dan rasa hormat. Perempuan harus mampu menyelesaikan tugas yang dibebankan padanya dan harus menjadi pemimpin dalam arti yang sesungguhnya."

Persoalannya, mengapa perempuan sulit sekali menggapai kekuasaan? Jawabannya sangat sederhana. Stereotip perempuan tradisional tidak mengenal kekuasaan. Kefemininan juga tidak memuat ketegaran, keperkasaan, atau ketegasan yang merupakan unsur inti kekuasaan. Stereotip klasik mengenai perempuan dan kefemininan tidak mencantumkan gagasan kekuasaan, dan meskipun kondisi telah berubah, stereotip terse but sulit dihilangkan. Gambaran klasik mengenai kefemininan identik dengan kepasrahan, kepatuhan, kesetiaan, kemanjaan, kekanak-kanakan,kesimpatikan, kehangatan, kelembutan, keramahan, dan ketidaktegasan. Kekuasaan sebagai unsur yang paling penting dalam kepemimpinan tidak pernah dicirikan dengan sifat-sifat feminin.


Ketersediaan
#
My Library 297.272 SIT p
SMK36590P
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
297.272 SIT p
Penerbit
Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama., 2005
Deskripsi Fisik
x, ; 176 hlm, ; 18 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
979-22-13258-9
Klasifikasi
297.272
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cet.1
Subjek
Permpuan & Poltik -Islam
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Gatra Pelangi Nusa
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan menopang Lembaga untuk pendidikan yang Menghasilkan SDM Ber IMTAQ, Berakhlak Mulia, Berdayaguna, Inovatif, Profesional dan Berwawasan Lingkungan

 

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?