Text
Santri Kalong: Buku Kedua Santri dan Perubahan
Pasca presiden Suharto menyatakan lengser keprabon madhep pandhito (mundur dari kekuasaan dan menjadi begawan), kekuatan reformasi terbelah menjadi dua yaitu yang mendukung pemerintahan yang menggantikan dan ditunjuk oleh presiden Suharto dan yang menentang legitimasinya.
Seorang Anto anak blantik sapi sejak lahir di kepung kemiskinan menjadi saksi bersama jutaan anak-anak Indonesia akan sejarah yang sedang terjadi, semakin menguatkan niatnya untuk belajar agama di pesantren, meski tidak menginap di asrama dan menjadi santri kalong. Dari sinilah awal kisah seorang Anto yang penuh semangat belajar agama di pesantren dengan pemikirannya yang bertentangan dengan dosen kritis serta aktivis mahasiswa, kemudian menjadi salah satu orang penting pada sebuah koran ternama dengan pergualatan pemikiran, pola pikir yang kritis dan berbagai tantangan lainnya adalah buah dari kondisi yang telah terjadi. Suharto pernah menyatakan bahwa setelah ia lengser, bangsa ini akan dipenuhi dengan masalah krusial, konflik vertikal dan horizontal yang dapat meluluhlantakkan bangunan kebangsaan.
Tidak tersedia versi lain