Text
Kidung Nyai Matsna : Song Of The Queen & Concubines; Fourten Letters for Feminist
Dalam menulis novel ini, aku selalu teringat pengakuan seorang perempuan kepada outrinya. Dia "Penjahit' Sang Saka Merah Putih dan 'Pengantar ' Proklamasai Negeri ini. " Ketika Ibu menerima lamaran Bapakmu di Bengkulu dahulu, hanya satu saja permintaan Ibu, yaitu agar Ibu jangan di madu. Oleh sebab itu ketika Bapak mengambil istri lagi, Ibu merasa diri Ibu tidak diperlukan lagi, tidak dihargai lagi. Apalah arti hidup tanpa harga diri" Selama hidup Ibu akan anti poligami. Ibu akan terus melawan poligami sampai akhir hayat."
Tidak tersedia versi lain