Text
Menuju Masyarakat Swadaya dan Swakelola
Desa swadaya dan swakelola menggambarkan kehidupan masyarakat desa yang dinamis dan berkembang. Kehidupan masyarakat desa jauh dari kesan tradisional. Lingkungan desa tidak lagi sepi, gelap, becek, dan kumuh. Warga desa membangun desanya dengan kekuatan sendiri. Mereka menginginkan kehidupan yang lebih baik lagi.
Desa swadaya dan swakelola berusaha memberdayakan seluruh potensi desa, baik potensi fisik dan potensi nonfisik, demi kesejahteraan warganya. Semangat kebersamaan, kerja sama, dan gotong royong terpelihara baik dalam kehidupan masyarakat desa. Infrastruktur desa, seperti jalan, saluran air, pos keamanan lingkungan (kamling), tempat pembuangan sampah, dan penerangan jalan dibangun masyarakat desa secara gotong royong.
Kegiatan organisasi desa diikuti secara aktif oleh warga masyarakat desa. Kegiatan karang taruna, PKK, posyandu, arisan, kelompok sadar hukum, dan ronda kamling dilaksanakan sesuai jadwal. Jam belajar masyarakat telah ditentukan waktunya. Peningkatan kualitas pendidikan masyarakat dilakukan dengan program wajib belajar siswa dan kelompok belajar warga putus (drop out) sekolah. Peningkatan kesehatan masyarakat dilakukan dengan program posyandu dan keluarga berencana (KB). Kesadaran warga desa dalam menjaga kebersihan lingkungan diwujudkan dengan mengelola sampah. Musyawarah dilakukan warga desa untuk mengambil keputusan bersama. Dana pembangunan desa diperoleh dari hasil usaha produktif masyarakat desa. Warga dan pamongdesa secara bersama-sama membangun desa.
Menjadi desa idaman seperti yang digambarkan di atas bukanlah hal yang sulit diwujudkan oleh desa-desa di Indonesia. Pembangunan yang terus digiatkan masyarakat desa akan mewujudkan desa swadaya dan swakelola. Mari membangun desa kita menjadi desa swadaya dan swakelola seperti yang diidamkan!
Tidak tersedia versi lain