Text
IQRA Pemahaman Imtak dan Iptek Agama Islam
Haris menghentikan langkahnya. Kepalanta terasa berat. Ia merasakan matanya mulai berkunang-kunang. Dipaksakannya untuk terus berjalan, tapi tiba-tiba ia terperosok dan jatuh ke jurang.
"Ah ...!" teriak Haris. Setelah itu semua terasa gelap dan Haris tidak ingat apa-apa lagi.
Ketika siuman, Haris sudah berada di atas tempat tidur. Ternyata ia telah ditolong oleh penduduk yang tinggal di kaki Gunung Sumbing dan dibawa ke rumah Pak Lurah. Setelah dirawat beberapa hari, kesehatan Haris mulai pulih. Haris pun menjelaskan kejadian yang telah menimpanya kepada Pak Lurah dan para penduduk yang datang menjenguknya.
Haji Rahmat dan sebagian penduduk menanyakan maksud Haris mendaki gunung. Mereka beranggapan bahwa Haris ingin menaklukkan Sang Pencipta dan itu jelas dilarang oleh agama.
Haris sadar bahwa dirinya sedang berhadapan dengan orang-orang yang berpandangan sempit. Ia pun berusaha menjelaskan bhwa pandangan Hari Rahmat dan sebagian besar penduduk itu tidak tepat.
"Apa pun risikonya, kebenaran harus ditegakkan!" tekad Haris dalam hati. Bahkan, Haris tidak gentar ketika diajak berdebat dan berdiskusi untuk mencari kebenaran.
Tidak tersedia versi lain