Text
Hikmah Sakit : Mereguk Kasih Sayang Ilahi Bersama Badiuzzaman Said Nursi
Zaprulkhan, S.Sos.I, M.S.I. ini. Said Nursi adalah sosok ulama yang memiliki cara pandang yang sangat bijaksana perihal penyakit yang menghinggapi tubuh manusia.
Kalau kebanyakan kita menganggap penyakit sebagai suatu bencana dan musibah, Said Nursi justru menganggapnya sebagai suatu mahkota dan anugerah. Jika kebanyakan kita melihat penyakit sebagai suatu malapetaka dan nestapa, Said Nursi melihatnya sebagai karunia dan kasih sayang Tuhan.
Bagaimana tidak dikatakan mahkota, kalau dengan perantaraan penyakit itu kedudukan Anda menjadi sangat istimewa di alam malakut dan di hadapan Tuhan? Bagaimana tidak dikatakan anugerah jika dengan penyakit yang Anda derita bukan hanya dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan Anda yang dihapuskan oleh Allah, melainkan juga pahala-pahala kebajikan Anda dilipatgandakan oleh-Nya, bahkan setiap detik napas kehidupan yang Anda lalui bersama penyakit sama nilai pahalanya dengan satu hari ibadah (halaman xiv).
Biasanya, ketika kita sedang mendapatkan ujian berupa penyakit, kita baru menyadari dengan sepenuh hati betapa nikmatnya memiliki tubuh yang sehat. Ya, karena dengan tubuh yang sehat kita dapat melakukan beragam aktivitas yang kita sukai. Dengan tubuh yang sehat kita juga bisa makan dan minum dengan nikmat.
Namun, ketika sakit, tubuh kita tiba-tiba menjadi lemah, makan tak enak, tidur tak nyenyak, dan tak mampu melakukan aktivitas sebagaimana hari-hari biasa ketika masih segar bugar. Sayangnya, saat tubuh kita sehat, kita kadang (atau bahkan sering?) lalai, kurang memahami pentingnya kesehatan, dan kurang bersyukur dengan kesehatan yang kita miliki.
Tidak tersedia versi lain