Text
Bebas Dari Patriarkhisme Islam
Buku “Bebas dari Patriarkhisme Islam” karya Syafiq Hasyim menjelaskan bahwa yang banyak menimbulkan ketidaksetaraan adalah datang dari agamawan, pemangku adat, politisi, laki-laki.
Bahkan, ide ketidaksetaraan tidak hanya muncul dari kalangan laki-laki, tapi juga datang dari kalangan perempuan yang memiliki pandangan patriarki. Sebaliknya, kadang banyak laki-laki yang memiliki pemikiran pro kesetaraan.
Bisa disimpulkan bahwa persoalan sesungguhnya adalah tidak terletak pada jenis kelamin melainkan kesadaran akan kesetaraan itu sendiri.
Tuduhan-tuduhan bahwa agama Islam adalah agama yang patriarki, dalam buku ini, Syafiq Hasyim meluruskan bahwa patriarki Islam sebenarnya adalah bentuk penafsiran atas Islam.
Penafsiran tersebut merupakan hasil dari penggabungan cara baca literal dan asumsi sosial kultural tentang nilai-nilai pengutamaan laki-laki atas perempuan.
Penafsiran tersebut didasarkan pada jenis kelamin biologis, bukan didasarkan pada kapasitas non-fisik yang dimiliki kedua makhluk tuhan itu.
Jadi, bisa disimpulkan bahwa patriarki itu bukan bagian dari Islam, tapi hanyalah sebuah buatan atau tafsir sekelompok orang yang mementingkan gender tertentu dalam penafsirannya.
Terkadang, banyak di antara kita yang langsung menelan mentah-mentah penafsiran-penafsiran ulama tanpa melihat bagaimana konteks kehidupan sekarang.
Mereka mengarantinakan Al-Qur’an dan hadis dari hal-hal yang kontekstual. Ini karena tak bisa kita mungkiri bahwa penafsiran-penafsiran hadis tidak lepas dari konteks sosial budaya serta pandangan subjektivitas para mufasir.
Demikian halnya dengan pembacaan untuk memenuhi kebutuhan ideologis. Artinya, seseorang akan menafsirkan Al-Qur’an dan atau hadis dengan membawa pandangan ideologinya.
Tidak tersedia versi lain