Rose melangkah mundur dengan irama siletto tak beaturan. Gadis itu terus menyipitkan mata mencoba memperjelas pandangan . Satu satunya penerangan terhalang hujan lebat dan seluruh pakainnya basah kuyup . Matanya menangkap bayangan laki - laki itu. Senyuman khas yang terulas di bibirnya membuat Rose sesak. Seluruh tulangnya seakan linu hingga ia harus meremas tali gaun pundak kirinya kuat - ku…