Neo dan Nara ikut orang tuany ke Pulau Samosir. Mamanya seorang peneliti burung yang sedang meneliti burung endemik. Suatu hari saat mereka mengikuti orang tuanya di hutan mereka mencium bau wangi misterius. Kata Neo bau itu biasanya untuk memanggil hantu. Sayangnya Nara tidak percaya. Dia justru ingin mencari tahu dari mana bau itu berasal. Apa yang akan ditemukan Nara dan Neo selanjutnya?
Si dan Bi, dua roang remaja SMA yang memiliki kepribadian dan kehidupan yang saling bertolak belakang dan juga saling bersaing. Keduanya dipersatukan oleh semesta dalam satu tim dalam suatu perlombaan memasak antarsekolah. Dapatkah Si dan Bi menghidangkan piring kebahagiaan mereka bersama? Dapatkah mereka menyingkirkan ego masing-masing dan menghidangkan kelezatan makanan dan minuman yang me…
Berli risau karena panen rumput laut di daerahnya berkurang. Lalu, Berli mendapat ide. Ia memposting sesuatu di media sosialnya. Postingan itu ternyata membuat Berli terkenal, tetapi .... Oh, sahabatnya, Rasi, tidak suka postingan Berli. Apa yang terjadi? Buku cerita ini akan membuat kamu semakin paham tetang literasi digital. Cari tahu tentang persahabatan Berli dan Rasi yang tinggal di Pul…
Inur has to complete her crafts project today because it is due tomorrow. But, Abah needs her help to send used cooking oil to the waste bank. Will she be able to finish her school project? What will she make?
Inur harus menyelesaikan prakarya hari ini karena besok harus dikumpulkan. Tapi, Abah minta tolong Inur mengantar minyak jelantah ke bank sampah. Berhasilkan Inur mengerjakan tugas sekolahnya? Apa yang ia buat?
She came again! Kali loves to see the girl. What will she do now?
Anak itu datang lagi! Kali selalu suka melihat anak itu. Apa yang akan dia lakukan hari ini?
Bulan and Sabit, each dawn they'd stride, Seeking new adventures, side by side. This time a hill, they chose to climb, But for Sabit, it wasn't a simple time.
Bulan dan Sabit biasa berjalan kaki setiap pagi. Mereka ingin mencoba pengalaman baru. Kali ini mereka akan mendaki bukit! Masalahnya, keadaan di sana tidak mudah bagi Sabit. Apa yang dialami Sabit?
Bagi Faben, tinggal di Yogya sungguh menyebalkan. Makanan, teman-teman, dan cuacanya sungguh berbeda dengan Bengkulu, kota kelahirannya. Namun, Faben tak punya pilihan. Dia harus tinggal di sana selama dua tahun. Berbagai permasalahan pun timbul. Faben terus mengeluh dan berharap dua tahun cepat berlalu. Suatu malam, Faben mendengar suara drumben. Aneh, siapa yng bermain drumben malam-malam …