Gempaaaaa! Teriakan itu terdengar di dalam kelas. Ya ampun, apa yang harus Nina lakukan? Dia berlari-lari panik dan menjerit, tetapi Bu Guru menyuruhnya untuk berlindung. Ke mana ya, Nina harus berlari? Yuk, kita cari tahu!
Namaku Arga dan aku tinggal di desa. Aku senang sekali bermain perahu daun. Tanpa perlu mengeluarkan uang, aku bisa bermain sesuatu yang mengasyikan. Kalian pasti tidak akan percaya kalau keseruanku hanya berasal dari selembar daun. Iya, kan? Nah, ayo baca ceritaku dan ikut bermain perahu daun bersama kami!
Cemong always gazed with envy at cats wearing bells. To him, those bells symbolized a home and affection. Could he ever have such a cherished bell, being a stray with no protection? Then one day, someone captured him, stirring feelings of confusion and grim. Where is Cemong being taken, and what mysterious fate awaits him? Dive into this enigmatic tale, and journey with Cemong as his story unfo…
Cemong selalu iri melihat kucing-kucing yang mengenakan kerincing. Baginya, kerincing melambangkan rumah dan kasih sayang. Bisakah ia memiliki kerincing yang diimpikan? Ia hanyalah kucing liar tak bertuan. Suatu hari seseorang justru menangkapnya. Cemong bingung dan takut. Ia akan dibawa ke mana?