Sambada sangat berusaha keras untuk memecah belah Nandaka dan Candapinggala. Dia silih berganti mendatangi Nandaka, kemudian Candapinggala. Hingga akhirnya, Candapinggala terpengaruh. Dia menghampiri Nandaka dengan penuh kemarahan. Tak bisa dielakkan. Kedua hewan hebat itu berkelahi. Sambada tersenyum puas karena misinya berhasil. Buku ini merupakan alih wahana kreatif yang bersumber dari na…
Sambada mendatangi Nandaka tanpa sepengetahuan Candapinggala. Dia bercerita tentang sebuah kisah. Tujuannya agar Nandaka mau menjauhi Candapinggala. Namun, sepertinya upaya itu tidak berhasil. Sambada lalu pergi menemui Candapinggala. Dia kembali mengisahkan cerita guna merusak pertemanan Nandaka dan Candapinggala. Buku ini merupakan alih wahana kreatif yang bersumber dari naskah kuno "Kidun…
Persahabatan Nandaka dan Candapinggala semakin erat. Bahkan, Candapinggala ikut memakan tumbuhan dan perlahan meninggalkan makan daging. Akibatnya, tubuh Candapinggala menjadi lemah. Sambada tidak tahan melihat pemandangan itu. Dia kemudian merencanakan beberapa cara agar kedua hewan kuat itu tidak berteman lagi. Buku ini merupakan alih wahana kreatif yang bersumber dari naskah kuno "Kidung …
Mima, Dinar dan Erin tergabung dalam satu kelompok untuk kegiatan Hari Wirausaha di sekolah yang bertema makanan sehat. Mereka bingung akan membuat dan menjual apa. Dinar mempunyai ide untuk membuat puding buah, tapi ternyata sudah keduluan kelompok lain. Erin mengusulkan membuat jus buah, tapi tidak ada blender yang bisa dipakai. Mima mempunyai ide membuat dan menjual pecel, karena teringat…
Di hutan nan asri tempat burung-burung berkumpul, menjadi tempat para unggas bestari mendidik diri. Kicau mereka terhimpun dalam ruang menjelma majelis ilmu, memberikan pelajaran berharga tentang pengetahuan agama dan hikmah cerita. Dari kisah yang tergubah terdapat pesan tentang pentingnya agama. Pendidikan yang tidak hanya membimbing secara spiritual, tetapi juga hubungan sosial. Burung-burun…
Buku cerita bergambar dalam seri Perang Melawan Hama ini terbagi menjadi lima judul. Judul pertama, "Serbu!" menceritakan tentang serangan hama boleng yang merusak tanaman ubi jalar. Anak buah Prabu Bolengkung menyerang ubi yang ditanam Semar dan anak-anaknya di Pedesaan Bluluk Tiba. Buku ini merupakan alih wahana kreatif yang bersumber dari naskah kuno "Kumpulan Lakon Hama (AS 27)". Selamat…
Desa Gunungputri terus bergerak mewujudkan misi menjadi Desa Literasi. Aparat Desa tiada henti terus mengajak warga untuk berpartisipasi aktif dalam mewujudkannya. Taman/Pojok Baca dibangun di setiap RW agar mudah diakses masyarakat Peningkatan sarana dan prasarana terus diupayakan dalam mewujudkan lingkungan desa yang asri dan nyaman. Dibangunnya tower jaringan komunikasi, semakin membuat w…
Membaca buku Opini: Manifestasi Literasi sebagai Karakterisitik Hatta: The Real Generation seperti membaca gambaran tentang sosok tokoh bangsa Mohammad Hatta yang dapat mengantarkan pembaca untuk menyelami pekikiran sang Proklamator. Melalui alur penulisan opini yang enak serta mengasyikkan untuk diikuti, seolah-olah membawa pembaca masuk ke alam pemikiran Hatta dan meresapi perjuangan seorang …
Menjadi cantik adalah hak setiap perempuan. Tidak peduli ia berasal dari mana, termasuk golongan apa, pendidikannya cuma sampai SD atau sudah S3, hanya menjadi ibu rumah tangga atau seorang perempuan bekerja. Keinginan untuk terlihat 'indah' bila dipandang mata adalah hal yang tidak bisa dipungkiri selalu melekat dengan perempuan. Dan boleh jadi keinginan untuk menjadi cantik itu adalah bagian …