Kehidupan seolah berhenti. Kedai yang pernah terbakar itu kini hanya menyisakan kayu-kayu hitam yang berserakan. Suatu pagi telah melewati berpuluh tahun sejak pagi pertama di awal cerita masih juga menyisakan kabut yang berpendar di akhir cerita. Men Negara tak dibiarkan mati. Ia masih setia menunggui puing-puing kedai yang pernah begitu jaya. Apakah keadaan itu membuatnya menderita?