Musim hujan datang. Banjir siap mengancam. Tiara takut banjir. Tiara harus menjaga kebersihan selokan. Namun, teman-temannya suka membuang sampah ke selokan. Berhasilkah Tiara menyadarkan mereka? Betulkah sampah bisa menyebabkan banjir? Dapatkah jawabannya dalam cerita Putri Resik.
Fita menemukan sebuah pita cantik. Milik siapa. ya? Kalau tidak ada pemiliknya, buat Fita saja. Oh. tidak boleh main ambil begitu saja. Jadi. Fita harus mengembalikan pita itu kepada Nina. Berat rasanya. tetapi harus dilakukan.
Pipo berpikir mengangkut sampah itu tidak keren. Tubuhnya bau sampah. Saat dalam perjalanan, Pipo mendapat ide. Tapi oh, Pipo kemudian merasa malu. Wah kenapa ya? Yuk, baca kisah Pipo, truk pengangkut sampah yang keren.
Sapi melihat Tupai sedang menangis tersedu-sedu. Rupanya Tupai bermain terlalu jauh dan terlampau lelah untuk kembali. Sapi berniat mengatar Tupai yang malang, tetapi rupanya ada yang mengawasi mereka. Siapakah itu? Perjalanan kembali ke hutan ternyata tidak mudah. Yuk, kita ikuti petualangan mereka.
Namaku botol plastik. Hujan badai membuatku tertelan ombak. Aku hampir dimakan burung. Aku juga ditelan paus. Aku takut sekali. Apa yang akan terjadi kepadaku? Bisakah kau menolongku?
Banyu berwujud air. Dia senang melakukan petualangan. Di dalam buku ini Banyu menceritakan pengalaman-pengalannya ketika mengunjungi berbagai tempat. Suatu hari, dia terperangkap di dalam botol plastik bekas. Berbulan-bulan dia terkurung di sana. Banyak nyamuk bersarang di tubuhnya. Mengapa dia sampai terjebak di botol plastik itu? Bagaimana cara Banyu membebaskan diri? Ayok kita baca ceritanya!
Baruna mengajak Uci dan Salman membangun pinisi. Ketiganya ingin menjadi nakhoda. Mereka pun berselisih. Kapal belum jadi, dua sahabatnya sudah harus pulang. Bagaimana Baruna mengatasi hal itu?
Namaku Arga dan aku tinggal di desa. Aku senang sekali bermain perahu daun. Tanpa perlu mengeluarkan uang, aku bisa bermain sesuatu yang mengasyikan. Kalian pasti tidak akan percaya kalau keseruanku hanya berasal dari selembar daun. Iya, kan? Nah, ayo baca ceritaku dan ikut bermain perahu daun bersama kami!
Aro ikut menari di Pesta Budaya Nias. Namun, gerakannya ada yang salah. Teman-teman kesal. Penonton tertawa. Aro jadi malas menari lagi. Namun, ada yang bisa membuatnya kembali bersemangat untuk menari. Apakah itu?
Ragil diminta guru kelasnya untuk ikut pentas saat perpisahan, tentu saja bersama teman-teman kelasnya. Namun, Ragil merasa keberatan, begitu juga dengan Dimas, teman Ragil. Mereka beranggapan tidak ada yang bisa dipentaskan. Apalagi, kakak-kakak kelas mereka pentasnya bakal keren. Ragil dan teman-temannya jadi minder. Mereka tidak ingin hanya akan diperolok saat pentas. Saat Ragil dan te…