Mahfudz menemukan uang lima puluh ribu di depan kelasnya. Sebagai anak jujur, dia harus mencari pemilik uang berwarna biru itu. Ternyata bukan hanya Mafudz yang jujur, teman-temannya pun tak ada yang mau mengakui barang yang bukan miliknya. Lalu, siapakah sebenarnya pemilik uang itu? Temukan jawabannya dalam kisah menarik ini.
Cempluk, anak perempuan berusia tujuh tahun, adalah anak yang cerdas dan lincah. Setiap Minggu pagi, Cempluk menemani Ibunya berjualan pecel di depan Sanggar Tari Ibu Niken. Sebenarnya Cempluk ingin sekali berlatih menari seperti teman-temannya. Namun, ibunya tidak punya uang untuk membayar les tari. Ap yang dilakukan Cempluk agar bisa menari? Bagaimana perlakukan anak berambut ikal kepada Cemp…
Malam itu Bibo tak bisa tidur. Banyak nyamuk mengganggunya. Bibo sudah berusaha mengusir para nyamuk itu. Akan tetapi, usaha Bibo belum berhasil juga. Apa yang dilakukan Bibo agar bisa tidur nyenyak?
Dini ikut Ibu ke pasar. Saat pulang dari pasar, mereka membawa aneka sayur dan buah. Doni, adik Dini sangat tertarik pada sayur dan buah warna warni. Mereka lalu membaca buku ensiklopedia yang berisi tentang manfaat sayur dan buah warna-warni. Setelah membaca buku, mereka makan gado-gado dan es buah yang terbuat dari sayuran dan buah-buahan yang sudah dimasak Ibu.
Nenek moyang kita adalah pelaut hebat. Mereka adalah penjelajah samudra yang sangat berani. Mereka juga pandai membuat perahu dan kapal. Dengan perahu itu, mereka berlayar mengelilingi dunia. Perahu apa sajakah itu? Yuk, kita cari tahu jawabannya di dalam buku ini.
Duh, sedihnya Weli kelinci. Wortelnya belum juga laku. Apa yang sebaiknya Weli lakukan? Berpikir, berpikir! Aha! Ide Weli tak ada habis-habisnya. Wortel Weli terlezat sedunia. Meski banyak yang menirunya.
Aji ke rumah Kakek, seorang pengrajin topeng. Kakek mengajari Aji untuk membuat topeng. Aji mewarnai topengnya dengan senang. Namun, setelah melihat topeng Kakek, Aji merasa sedih. Mengapa, ya, Aji bersedih? Yuk, kita baca cerita Aji dalam buku ini.
Bagaimana rasanya tersedot masuk ke dalam buku cerita? Aletta mengalaminya. Ia terjebak di dalam buku yang menyeramkan. Monster dimana-mana. Semua mengejar Aletta. Bisakah Aletta meloloskan diri? Akankah ia keluar dari buku tersebut atau terjebak selamanya? Bacalah dan kau akan temukan jawabannya.
Adhisti malas sarapan pagi. Dia bosan dengan masakan ibu, yang menurutnya itu-itu saja. Nenek Labibah datang, membawa oleh-oleh, tiwul, makanan khas Desa Gunungkidul. Tiwul apa itu? Kir-kira Adhisti mau sarapan dengan tiwul? Walaupun makanan desa, tiwul diolah Nenek Labibah dengan kasih sayang. Tiwul menjadi istimwwa dengan rasa kota.